Beranda blog

Gekrafs Tidore Ambil Bagian di Gelaran Ekspo UMKM Sail Tidore

0

Tidore,- DPC Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kota Tidore ikut ambil bagian dalam gelaran Sail Tidore 2022.

Dalam hajatan yang berlangsung sejak 24 November lalu, organisasi binaan Wakil Walikota Tidore tersebut dipercaya panitia untuk mengkoordinasi para pelaku UMKM yang terlibat dalam ekspo UMKM Lokal.

Ditemui di lokasi ekspo, Ketua Gekrafs Tidore Nurul Asnawiah menyampaikan, pihaknya ditugaskan menyiapkan Liaison Officer (LO) untuk membantu para pelaku UMKM yang mengisi ratusan booth di kawasan Pantai Tugulufa.

Ketua DPC Gekrafs Tidore berpose di salah satu booth UMKM

Nurul melanjutkan, sepanjang kegiatan berlangsung pihaknya bertugas mendata kebutuhan setiap booth dan juga menampung keluhan para pelaku UMKM untuk disampaikan ke pihak panitia.

Ia menjelaskan, dari 100 booth yang disediakan oleh pihak panitia, 70 % diantaranya dikhususkan untuk UMKM Tidore dan 30 % lainnya untuk UMKM dari kabupaten/kota lain.

“Selain pengurus, kita juga dibantu 10 orang LO dari luar Gekrafs yang bertugas mendata kebutuhan setiap booth untuk disampaikan ke panitia,” jelas Nurul. Sabtu (26/11).

Ia juga menginformasikan bahwa Gekrafs Tidore  bersama dinas terkait akan melakukan penilaian untuk memilih booth terbaik yang akan mendapat reward dari panitia.

“Nanti ada penentuan booth terbaik yang akan mendapat reward dari panitia di penutupan Sail, kategorinya ada beberapa, baik kebersihan, kreativitas maupun dekorasinya,” tutupnya.

Reporter : Aalbanjar
Editor : Redaksi

Olahan Bawang Topo dan Buah Pala, Produk Andalan Booth PKK Kelurahan Topo di Sail Tidore

0

Tidore,- Sejumlah produk UMKM dipamerkan di booth UMKM Lokal Sail Tidore 2022. Salah satu booth yang ramai dikunjungi adalah booth Tim Penggerak PKK Kelurahan Topo.

Dari sekian banyak produk yang u, produk hasil pertanian Bawang Topo dan olahan buah pala merupakan andalan booth ini.

Pengelola booth menyampaikan, produk olahan hasil pertanian seperti bawang goreng dan minuman sari buah pala merupakan beberapa produk yang banyak diminati pengunjung.

Bawang Topo, produk hasil pertanian booth PKK Kelurahan Topo

Adapun jumlah pengunjung booth hingga gelaran hari ke 3 sudah mencapai 300 orang dengan omset rata-rata Rp. 3 juta perharinya.

“Hingga hari ke 3 ini, pengunjung sudah 300 orang, sementara sejak pembukaan pendapatan perhari mencapai 3 juta rupiah,” ujar Ibu Gamariah, pengelola booth PKK Kelurahan Topo Tidore. Sabtu (26/10

Selain olahan bawang dan minuman sari buah pala, juga terdapat produk lain yang tawarkan, antara lain; selai pala, jelly pala, minuman Sarabati, olahan kacang dan berbagai jenis keripik.

Reporter : Aalbanjar
Editor : Redaksi

Rayakan Dies Natalies Ke-73, Universitas Nasional Gelar Festival Ilmiah

0

Jakarta,- Dies Natalis ke-73 Universitas Nasional (UNAS) tahun ini kembali dirayakan dengan menggelar Festival Ilmiah bertajuk UNAS-FEST 2022. Selasa (22/11).

Festival tersebut, selain merayakan Dies Natalis UNAS yang ke-73 tahun, juga sebagai komitmen UNAS dalam menciptakan generasi muda Indonesia yang berwawasan luas dan berintegritas, kreatif dan inovatif, kompetitif dan berprestasi.

English Debate Competition (EDC)

Gelaran yang diselenggarakan Biro Administrasi Kemahasiswaan dan Alumni (Biromawa) kali ini, merupakan kompetisi ilmiah tingkat nasional yang diberi nama Universitas Nasional Festival (UNAS-FEST) 2022.

Untuk menciptakan konsep kompetisi yang menarik dan  ilmiah, terdapat 3 cabang lomba yaitu; English Debate Competition (EDC), Kompetisi Debat Bahasa Indonesia (KDBI), dan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI). Dalam pelaksanaannya, kompetisi ini melibatkan mahasiswa dan mahasiswi berprestasi UNAS yang dipilih secara khusus oleh Kepala Biromawa UNAS, Kamaruddin Salim, S.Sos., M.Si.

Sebelumnya, ditahun 2021 UNAS juga menyelenggarakan kompetisi ilmiah tingkat universitas dengan 3 (tiga) cabang lomba yaitu debat berbahasa Inggris, debat berbahasa Indonesia, dan karya tulis ilmiah. Tujuannya untuk mencari mahasiswa-mahasiswi yang menjadi delegasi UNAS di ajang kompetisi DIKTI yaitu NUDC, KDMI, dan PILMAPRES. Mengingat besarnya animo peserta yang berpartisipasi,  serta kesuksesan kompetisi sebelumnya. Maka tahun ini kembali diadakan kompetisi serupa tingkat nasional. 

Kompetisi Debat Berbahasa Indonesia (KDBI)

UNAS-FEST kali ini mengusung tema besar “Ketahanan Pangan Indonesia Dalam Menghadapi Krisis Pangan Global.” Tema ini secara khusus disusun oleh para mahasiswa UNAS yang pernah menjuarai kompetisi serupa, antara lain; Nabila Shafa Sabrina (Prodi Hubungan Internasional), Adinda Nabila Rahmah (Prodi Ilmu Komunikasi), Diva Delinda Cahyani (Prodi Sosiologi), dan Shofia Dwi Nur Maulida (Prodi Sosiologi).

Dipilihnya tema tersebut bertujuan agar generasi milenial Indonesia mampu membawa perubahan besar yang positif bagi kemajuan negara dan bangsa dan memiliki peran aktif dalam penanganan isu pangan yang tengah terjadi saat ini.

Melalui publikasi ini, UNAS juga mengundang mahasiswa-mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk dapat berpartisipasi dalam mengikuti kompetisi ini. Pendaftaran cabang lomba EDC dan KDBI masih dibuka hingga tanggal 30 November 2022, sedangkan untuk cabang lomba LKTI sudah ditutup pendaftarannya.

Peserta Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) UNAS-FEST 2022

Sejauh ini sudah terdapat beberapa perguruan tinggi di Indonesia seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Mercu Buana University, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret, Universitas Mataram, dan masih banyak perguruan tinggi lainnya.

Sumber : Rilis Biro Kemahasiswaan UNAS
Editor : Redaksi

Pemuda Mafututu Dorong Pemkot Tidore Hidupkan Pelangi Budaya Negeri Pasca Sail Tidore 2022

0

Tidore,- Pemerintah Kota Tidore Kepulauan telah memastikan agenda nasional Sail Tidore 2022 akan berlangsung pada 24-29 November 2022 mendatang di Kota Tidore.

Tokoh Pemuda Mafututu Sofyan Muhlis menyatakan, pemuda dan masyarakat Mafututu sangat mendukung dilaksanakannya Sail Tidore 2022. Pasalnya, Sail Tidore 2022 selain akan meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat, juga menjadi sarana promosi budaya dan pariwisata Tidore, karena Tidore terkenal dengan budaya dan sejarah masa lalunya.

Sofyan mengungkapkan kabanggaanya karena dokumentasi Sail Tidore 2022 yang diputar pada saat launching Sail Tidore adalah dokumentasi kegiatan Pelangi Budaya Negeri Tidore yang pernah diselenggarakan oleh Generasi Muda Mafututu (GAMUTU ) Kelurahan Mafututu.

“Saya sangat bersyukur sebab dokumentasi Pelangi Budaya Negeri Tidore (Pedang Tidore) di pakai untuk Launching Sail Tidore di Jakarta. ini sangat luar biasa”, ungkap Opan, sapaan akrabnya. Selasa (15/10).

Ia juga mengingatkan kepada pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata agar menghidupkan kembali kegiatan Pelangi Budaya Negeri Tidore pasca pelaksanaan Sail Tidore 2022.

“Pasca sail pemerintah daerah harus menghidupkan berbagai kegiatan budaya di masyarakat, agar tradisi leluhur kita terus kita rawat melalui kegiatan-kegiatan budaya,” jelas Sofyan.

Sofyan yang juga ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Tidore Timur melihat  akhir-akhir ini kegiatan Pelangi Budaya Negeri Tidore terasa vakum. Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan masih sangat disibukkan dengan agenda Sail Tidore sehingga belum ada perhatian pada kegiatan Pedang Tidore.

Padahal kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tidore.

“Kedepan saya mengharapkan sinergi antara Pemerintah Kecamatan, Kelurahan, Pemuda dan masyarakat Mafututu untuk kembali menghidupkan kegiatan Pelangi Budaya Negeri Tidore,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi dan kolaborasi semua pihak akan memberi spirit buat generasi muda Mafututu untuk terus berkontribusi dalam kegiatan sosial kebudayaan di kelurahan.

Reporter : Aalbanjar
Editor : Redaksi

Tim PKM Unkhair  Gelar Sosialisasi dan Penerapan Sistem Informasi Kependudukan di Kelurahan Jati Ternate

0

Ternate,- Tim PKM Program Studi Informatika Fakultas Teknik Unkhair menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di kantor Kelurahan Jati Kota Ternate.

Kegiatan tersebut dilaksanakan guna membantu meningkatkan pelayananan kependudukan di kantor kelurahan. Mengingat pengolahan data penduduk merupakan salah satu tugas utama pemerintah kelurahan, yang harus dilakukan secara cepat, tepat dan akurat.

Demikian disampaikan Ketua Tim PKM Hairil Kurniadi Siradjuddin, S.Kom.,M.Kom saat dihubungi Sentra. Menurutnya, saat ini masih banyak lembaga pemerintahan yang melakukan pengolahan data kependudukan secara manual.

Seperti pada Kantor kelurahan Jati Kota Ternate saat ini yang masih menggunakan pengolahan atau pelayanan administrasi kependudukan secara manual. Para petugas kelurahan masih mengandalkan penyimpanan dan pengelolaan data kependudukan melalui laporan, sehingga seringkali terjadi masalah.

Ketua Tim PKM Hairil Kurniadi menyerahkan paket aplikasi Sistem Informasi Kependudukan kepada Kepala Kelurahan Jati

Pencarian data kependudukan masih dilakukan secara manual satu per-satu, bahkan ada data penduduk yang telah hilang atau rusak. Hal ini tentu menyebabkan keterlambatan pelayanan terhadap masyarakat dan kurang akuratnya pembuatan dan pengiriman laporan  kepada pihak kecamatan.

“Kantor Kelurahan Jati sebagai lokasi sosialisasi, belum memiliki sumber daya manusia yang terampil dan mumpuni dalam membuat dan menerapkan Sistem Informasi Kependudukan. Tentu dibutuhkan SDM yang terampil dalam membangun Sistem Informasi kependudukan dan juga memberikan pelatihan kepada para pegawai,” ungkap Hairil, Selasa (1/10).

Ia menjelaskan, permasalahan inilah yang mendorong pihaknya melakukan kegiatan PKM tersebut, dengan melakukan sosialisasi dan pembuatan Sistem Informasi hingga implementasi sistem di kantor Kelurahan Jati. Ia berharap, kedepan kegiatan serupa dapat dilaksanakan juga di kelurahan yang lain di lingkup Pemerintah Kota Ternate maupun Maluku Utara.

Selain Hairil, tim PKM yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain; Dosen Prodi Informatika FT-Unkhair Rosihan,S.T.,M.Cs dan Abdul Mubarak, S.Kom.,M.T. juga  dari unsur Mahasiswa yaitu Iksan Saifudin, yang ikut mendampingi dalam penggunaan sistem.

Reporter : Yus
Editor : Redaksi

Respon Pernyataan Kapolda, Hipmi Ternate Sambangi Polda Malut Bahas Program Wirausaha Muda

0

Ternate,- BPC Hipmi Kota Ternate temui Kapolda Malut guna membahas Program Wirausaha Muda. Pertemuan tersebut merupakan respon atas pernyataan Kapolda beberapa waktu yang lalu.

Sebelumnya, Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Midi Siswoko, S.IK dalam pernyataan yang dirilis oleh sejumlah media menyampaikan bahwa pihaknya akan mendorong program wirausaha muda (young enterpreneur) di Maluku Utara. Pernyataan tersebut kemudian direspon cepat oleh BPC Hipmi Kota Ternate.

Hal ini disampaikan Ketua Hipmi Ternate, Fitrah Akbar Muhammad, S.E.,M.Ak. Ia menjelaskan bahwa pernyataan Kapolda tersebut harus direspon secara positif dan pro-aktif oleh pihaknya.

Kapolda Malut bersama Ketua Hipmi Kota Ternate

“Kami sangat mengapresiasi program Kapolda Malut terkait dengan penciptaan wirausahawan muda, silaturahmi kami kali ini sebagai bentuk langkah pro-aktif untuk berkolaborasi dalam mewujudkan program tersebut. Tentunya akan ada sinergitas antara program Kapolda Malut dengan program saya di Hipmi Ternate yaitu pembinaan dan pemberdayaan anak muda Ternate di bidang wirausaha,” jelas Fitrah. Jum’at (28/10).

“Kalau pemerintah bicara wirausaha dan UMKM, itu sudah biasa, kalau perbankan bicara UMKM juga sudah biasa. Namun  kalau Instansi Polri dalam hal ini Polda Malut bicara wirausaha dan UMKM, ini merupakan sesuatu yang luar biasa dan kita sebagai masyarakat terutama anak-anak muda yang berwirausaha harus berpartisipasi secara aktif,” lanjutnya.

“Kita butuh pemimpin-pemimpin instansi vertikal yang visioner dan peduli, sebagaimana yang diperlihatkan oleh Polda Malut, sudah saatnya dan sudah sepatutnya anak muda berpartisipasi dalam pembangunan daerah serta Kamtibmas melalui wirausaha,” pungkas Fitrah.

Dalam pertemuan 4 jam tersebut, Kapolda menyampaikan apresiasinya kepada Hipmi Ternate yang siap berkolaborasi dalam menyukseskan program young enterpreneur.

Kapolda Malut Irjen Pol Midi Siswoko dan jajaran bersama pengurus BPC Hipmi Kota Ternate usai pembahasan program Wirausaha Muda

“Saya hari ini menerima rekan-rekan Hipmi Kota Ternate, ternyata pengurusnya masih muda-muda, merupakan sebuah keberkahan anak muda sudah berwirausaha. Dalam pertemuan tadi kami membicarakan berbagai hal terkait dengan pelatihan, pembinaan dan pemberdayaan anak muda untuk menjadi wirausaha,” ujar Kapolda.

“Ada beberapa peluang dan potensi yang sangat bisa dimanfaatkan di Maluku Utara diantaranya soal ekspor. Saya berharap anak muda ternate dan maluku utara kedepan bisa melakukan bisnis ekspor, nanti pelatihan dan pendampingannya kami hadirkan di Maluku Utara berkolaborasi dengan Hipmi Ternate. Awalnya kami akan fokus pada pembangunan karakter terlebih dahulu selanjutnya baru hal-hal teknis lainnya,” lanjutnya

“Terdapat beberapa potensi dan peluang seperti mewujudkan ketahan pangan daerah dalam hal peternakan dan pertanian. Kami tadi membahas dengan Hipmi Ternate soal bagaimana bisa melahirkan pakan Ternak melalui budidaya Maggot. Apabila nanti akan dibuat peternakan ayam, selain itu potensi batik yang belum terkelola dengan baik, kedepan kita kan hadirkan para ahli yang sudah berhasil di bidangnya untuk memberikan pelatihan di daerah dan pendampingannya akan dilakukan oleh rekan-rekan dari Hipmi Ternate,” jelasnya.

Kehadiran Hipmi ternate diharapkan dapat merealisasikan kolaborasi antara Polda dengan Hipmi, agar kedepan anak muda Maluku Utara dapat memiliki kemapanan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum di daerah.

Dalam pertemuan tersebut Kapolda Irjen Pol Midi Siswoko hadir didampingi oleh Wakapolda Brigjen Pol Drs. Eko Para Setyo Siswanto, M.Si, Dir. Intelkam Kombes Pol Hadi Wiyono, Dir Binmas Kombes Pol Dicky Aryanto dan Kabid Humas Kombes Pol Michael Irwan Thmasil. Sementara dari BPC Hipmi Ternate hadir sejumlah pengurus diantaranya; Ketua BPC Hipmi Ternate Fitrah Akbar Muhammad, S.E., M.Ak bersama Sekertaris Ardianto Bian, Kabid Perhubungan dan BUMN Danar Afriyanto dan Ketua Hipmi Perguruan Tinggi Kota Ternate Sri Rahayu de Gorie.

Reporter : Yus
Editor : Redaksi

Abdul Gafur Thalib Terpilih Pimpin FPPTI Maluku Utara

0

Ternate,- Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Maluku Utara menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) perdana. Senin, 10 Oktober 2022.

Muswil yang diselenggarakan secara hybrid di Poltekkes Ternate tersebut berhasil menetapkan Abdul Gafur Thalib, Dosen sekaligus Kepala Perpustakaan Universias Bumi Hijrah sebagai Ketua Wilayah FPPTI Maluku Utara periode 2022-2025.

Selain memilih ketua, Muswil tersebut juga berhasil menetapkan Sri Bulan Juli Nainggolan dari Unkhair Ternate sebagai wakil ketua dan Yuslinah Nurdiyani dari STKIP Kie Raha sebagai sekertaris. Sementara untuk posisi bendahara dijabat oleh Nurhayati Yahya dari Poltekkes Ternate.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 10.00 WIT tersebut, dihadiri oleh Ketua Umum FPPTI Pusat, Mariyah S.Sos.,M.Hum. Kepala Disarpus Malut, Muliadi Tutupoho dan pimpinan perpustakaan dari  sejumlah perguruan tinggi di wilayah Maluku Utara.

Para pengurus FPPTI Maluku Utara

Dalam sambutannya, Ketua Umum FPPTI menjelaskan bahwa FPPTI adalah organisasi independen. Ia  mendorong FPPTI agar terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah. Ia juga menginstruksikan agar program kerja FPPTI Maluku Utara disinergikan dengan program FPPTI pusat.

“FPPTI merupakan organisasi yang independen, kita harus berkolaborasi dengan stakeholder di daerah,” ujar Mariyah.

Hal senada disampaikan Kepala Disarpus Malut. Muliadi mengajak para pengurus FPPTI Maluku Utara untuk ikut berkontribusi meningkatkan kualitas perpustakaan di Maluku Utara.

Sementara itu, Ketua FPPTI Malut Abdul Gafur Thalib dalam pidatonya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu pelaksanaan Muswil tersebut. Ia juga mengajak seluruh pengurus agar bekerja bersama, bahu membahu mendorong peningkatan literasi di Maluku Utara melalui penguatan perpustakaan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan Muswil perdana ini, terutama kepada pihak Poltekkes Ternate yang telah bersedia menjadi tuan rumah kegiatan,” tutup Abdul Gafur.

Adapun susunan kepengurusan FPPTI Maluku Utara adalah sebagai berikut :

Susunan Pengurus Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) – Maluku Utara Periode 2022 – 2025

Ketua
Abdul Gafur Thalib, M.Psi (UNIBRAH)

Wakil Ketua
Sri Bulan Juli Nainggolan A.Md., S.Sos., M.Si (UNKHAIR)

Sekertaris
Yuslinah Nurdiyani S.Kom., M.A (STKIP Kie Raha)

Bendahara
Nurhayati Yahya, AMd.P (Poltekkes Ternate)

Ketua Bidang Humas, Publikasi dan Teknologi Informasi

Suryadi Soamole, S.E (Poltekkes Ternate)

Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan
Ibu Nuraen Ahmad S.Ag.,S.IP.,M.Si ( IAIN Ternate)

Ketua Bidang Literasi Informasi dan Sertifikasi
Isji Hardi, A.Md.,S.Sos.,M.Si (IAIN Ternate)

Ketua Bidang Kerjasama dan Usaha Dana
Nurbaiti Lessy ( STMIK Tidore)

Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan
Nurfia Abdullah, S.Pdi., M.Si (UMMU)

Reporter : Aalbanjar
Editor : Redaksi

Asal Bapak Senang (ABS)

0

Oleh : Tata Nan Pranata*

Sekitar tahun 60-an. Presiden Soekarno menunjuk pasukan pengawal presiden ‘Cakrabirawa’ agar membentuk sebuah grup musik. Tujuannya untuk menghibur presiden dan tamu-tamu kenegaraan di tengah hiruk-pikuk politik.

Grup band ABS pun dibentuk. Iskandar Winata, pemrakarsa sekaligus pimpinan band. Iskandar sadar bahwa selain pimpinan Politik, Bung Karno juga gemar akan seni, seperti musik; dansa, lenso atau cha-cha. Walaupun dalam beberapa kesempatan Bung Karno kerap menolak musik-musik impor.

Band ABS biasanya turut hadir dalam acara kenegaraan sebagai penghibur tamu, juga mendampingi Bung Karno melawat ke luar negeri. Awal mula pembentukannya, band ini menggunakan peralatan masak sebagai alat musiknya. Kuali, panci, penggorengan dan peralatan dapur lainnya. Hingga mereka mendapat sumbangan peralatan musik yang lebih layak dari seorang pengusaha.

Menurut penjelasan salah seorang ajudan Bung Karno, Letkol KKO Bambang Widjanarko. Sampai akhir hayatnya, Bung Karno tidak pernah mengetahui bahwa nama ABS merupakan singkatan dari “Asal Bapak Senang.” Nama ABS menurut Bambang, sama sekali tidak mengandung unsur politis. Tidak untuk mendapatkan jabatan tertentu, tanda jasa atau tanda-tanda kehormatan lainnya. Terbentuknya ABS, murni atas perintah Bung Karno langsung.

Demikian juga keterangan Mangil Martowidjojo, pengawal pribadi Bung Karno dalam bukunya Kesaksian tentang Bung Karno 1945-1967. Istilah ABS tersebut menurut Mangil, tidak mengandung muatan politik sedikit pun. Band ABS menjadi tersohor karena singkatan ini. ABS menjadi satu-satunya band yang dapat mengikuti kehendak Bung Karno karena personilnya para pengawal pribadi beliau.

Nama ABS kemudian semakin dikenal, hingga kemudian sekitar akhir tahun 60-an, nama ABS ini diplesetkan oleh Soe Hok Gie, seorang aktivis anti Soekarno. Seperti dikutip dari catatan John Maxwel dalam karangannya yang berjudul “Mengenang Seorang demonstran”.

Menurut Soe Hok Gie, orang-orang di sekeliling Bung Karno cenderung korup dan culas, sementara politisi dan para pimpinan partai tidak lebih dari penjilat bermental ABS, Asal Bapak (Soekarno) Senang.

Setelah orde lama berakhir, datanglah orde baru di bawah kendali Jendral Soeharto. Istilah ABS pun semakin populer. Para aktivis anti-Soeharto seringkali menuduh para pembantu Soeharto bermental ABS. Dan memang demikian yang tampak. Para kroni dan pembantu Soeharto melakukan segalanya “Asal Bapak (Soeharto) Senang”.

Siapa yang tidak kenal Harmoko? Di penghujung orde baru Harmoko kerap tampil sebagai “tangan kanan” Soeharto. Kita tentu akrab dengan kalimat “Sesuai petunjuk bapak”. Stempel ABS melekat di ‘jidat’ Harmoko sebagaimana yang ditulis Jusuf Wanandi.

Hingga menjelang detik-detik kejatuhan Soeharto. Sang “tangan kanan” setia tersebut, kemudian berbalik arah.  Harmoko justru meninggalkan Soeharto bersama reruntuhan orde baru.

“Lebih dari itu, ia merasa dikhianati. Ia ditinggalkan oleh teman-teman dan mereka yang ia percaya selama ini. Itu melukai perasaannya,” tulis Jusuf Wanandi, dalam buku Menyibak Tabir Orde Baru, Memoar Politik Indonesia 1965-1998.

Patah tumbuh, hilang berganti. Orde baru jatuh, Refomasi lahir. Tabiat ABS semakin membudaya. Seringkali tabiat ini tampil secara terang-terangan. Tidak lagi sembunyi-sembunyi, berkelompok, difabrikasi dan kian terorganisir.

Kini tabiat ABS menjadi lumrah dalam realitas politik kita. Para aktivis maupun jurnalis yang seharusnya  kritis pun terjangkit tabiat yang sama. Sanjung puji kepada penguasa seolah biasa. Panggung politik kini tak ubahnya opera feodal gaya baru.

Di era 4.0, para ABS disekitar penguasa kemudian bermetamorphosis menjadi peternak buzzer. Media sosial dipenuhi akun anonim yang konsisten memuji kebijakan penguasa. Orkestrasi opini, kritik dibalas fitnah, oposisi dibully.

Lebih parah lagi, para buzzer tersebut dibiayai dengan uang negara.  Seperti temuan ICW (Indonesia Corruption Watch), bahwa anggaran buzzer dari uang negara mencapai 90,4 Millyar. Buzzer diternak dan dipelihara. Dibina dan dibayar. Ironis!

Tidak hanya di tingkat pusat. Di daerah pun sedemikian parah. Bila Bupati berbaju merah, semua jajarannya ikut  berbaju merah. Begitu juga jika Sang Bupati berbaju kuning, semua jajarannya pun ikut berbaju kuning. Warna favorit berubah-ubah tergantung warna penguasa.

Para jajaran takut dimutasi, dipindahkan ke daerah terpencil, dipisahkan dari keluarga besarnya. Mereka takut tidak mendapat jabatan. Takut hidup susah. Maka apapun dilakukan. Semua bisa diatur. Bahkan utak-atik APBD, tentu “Asal Bapak Senang.”

Tidak hanya di pemerintahan. Pola pikir ABS pun menjangkiti para penerus bangsa. Tak terkecuali para aktivis mahasiswa. Kegiatan organisasi kerap mengandalkan uluran tangan penguasa, atau senior yang dekat dengan penguasa. Sehingga tidak ada kemandirian kader, kreativitas apalagi inovasi.

Kuatnya budaya ABS (baca: paternalisme dan patrimonial) tak lepas dari aspek historis dan kultur yang telah berurat di Indonesia sejak zaman pencarian rempah-rempah. Budaya ABS merupakan pola pikir warisan penjajah yang dipelihara hingga kini. Budaya feodal ini dilukiskan oleh Mochtar Lubis dalam tulisannya.

“Telah berakar jauh ke zaman dahulu, ketika tuan feodal Indonesia merajalela di negeri ini, menindas rakyat dan memperkosa nilai-nilai manusia Indonesia.Tuan feodal ini biasanya para tuan tanah atau raja-raja. Di masa lalu, mereka kerap dibisikkan kabar baik yang tujuannya hanya untuk menyenangkan Sang Tuan lalu terhindar dari kemarahan, sekaligus agar semakin disayang,” (Mochtar Lubis, Situasi dan Kondisi Manusia Indonesia Kini: 1977)

Pengidap ABS kerap menjadikan kebohongan sebagai lentera, kebenaran seperti barang langka. Kaum cendikia menjadi pemandu sorak kekuasaan. Tidak ada lagi gotong royong, bahu membahu, tolong-menolong. Tidak ada team work. Semua saling berebut kepercayaan bapak, saling menggunting dalam lipatan, saling menjegal kawan seiring. Asal Bapak Senang.

Puja dan puji seringkali membuat sang penguasa terlena hingga keluar rel. Keluar jalur.

*) Penulis adalah alumni UPN Veteran Yogyakarta

Gelar Workshop, Lespermata Target Lahirkan 1000 Wirausahawan Muda

0

Tidore,-  Lembaga Studi Pengembangan Masyarakat Tambang (Lespermata) menggelar Workshop Kewirausahaan dengan tema “Bisnis UMKM Berbasis Digital Era 4.0.

Masifnya investasi sektor pertambangan di Maluku Utara seharusnya menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal. Kehadiran investasi diharapkan dapat memberi manfaat positif bagi masyarakat sekitar. Masyarakat harus tahu apa yang akan dilakukan guna merespon kehadiran investasi sektor pertambangan tersebut.

Demikian yang disampaikan Masgul Abdullah dalam ceramahnya di Workshop Kewirausahaan yang digelar Lespermata di Aula SMK Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan. Kamis (6/10).

“Lespermata sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), yang bergerak di bidang Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Masyarakat Tambang. Merasa penting untuk melakukan Workshop Kewirausahaan bagi anak muda di Malut,” ujar Masgul, Direktur Lespermata.

Foto bersama narasumber dan peserta workshop kewirausahaan Lespermata

Masgul melanjutkan, workshop ini merupakan salah satu bagian dari program kerja Lespermata yaitu melahirkan 1000 calon Wirausahawan Muda dalam jangka waktu 5 tahun ke depan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa sebagai LSM yang fokus pada Masyarakat Lingkar Tambang, Lespermata bertekad mendampingi Masyarakat agar hak-hak nya tidak diabaikan oleh Perusahaan.

“Jangan sampai masyarakat di sekitar kegiatan perusahaan malah menjadi penonton,” terang Masgul.

“Semoga kegiatan ini dapat memberikan bekal dan motivasi kepada peserta, agar mau menjadi pelaku UMKM yang memanfaatkan platform digital, dan memahami akses permodalan. Endingnya,  mereka dapat ambil bagian dari investasi besar tersebut,” pungkas Masgul.

Hadir mewakili PT. Antam dalam  kegiatan ini, Asisten Manager PT. Antam Kantor Perwakilan Ternate, Suhardi Wali. Menurut Suhardi, pihaknya mendukung kegiatan yang dilakukan oleh Lespermata.

Selaku BUMN, Antam tidak semata berfokus  pada produksi. Namun harus berupaya memberikan nilai tambah pada masyarakat, terutama untuk UMKM yang ada di sekitar wilayah Operasi Antam.

“Karena selain pelaku usaha sektor Mineral, sebagai BUMN Antam juga adalah pelaku pembangunan,” jelas Suhardi.

Menurut Suhardi, Kegiatan ini sejalan dengan Program CSR Antam, sehingga ke depan, PT Antam dan Lespermata akan selalu bersinergi untuk melakukan edukasi kepada masyarakat.
Kegiatan workshop sendiri diikuti oleh 30 orang pemuda dan mahasiswa dan menghadirkan pemateri dari akademisi, pelaku UMKM dan perbankan.

Reporter : Aalbanjar
Editor : Redaksi

Festival Literasi Berakhir, Ifan Seventeen Tampil Menghibur Warga Sofifi

0

Sofifi,-  Gelaran Festival Literasi Maluku Utara yang berlangsung sejak 3 Oktober ditutup dengan penampilan penyanyi Ifan Seventeen. Rabu (5/10)

Selain menghadirkan vokalis band Seventeen tersebut, kegiatan yang dimotori oleh Disarpus Malut ini juga dimeriahkan dengan penampilan sejumlah musisi Maluku Utara.

Sederet musisi dan seniman lokal ikut meramaikan panggung, diantaranya; Coffa, DD Accoustic, Jou Kota, Amat Said, Muni Walanda dan Sanza Soleman. Tidak ketinggalan, rapper kritis D’facto juga tampil menghentak Sofifi malam tadi.

Usai menghibur warga Sofifi melalui aksi panggung dan hits-hits Seventeen. Ditemui di backstage, Ifan mengajak warga Sofifi agar selalu gemar membaca.

Penampilan Ifan Seventeen, Foto oleh : Nyimong

“Waduh ini keren banget, Acaranya keren, bagus, acaranya rame, mudah-mudahan bisa meningkatkan minat baca anak-anak muda yang ada di Sofifi. Karena menurutku, Budaya membaca itu bukan hanya soal membaca buku ya, tetapi juga ada juga literasi digital,” jelas Ifan.

“Teman-teman anak muda bisa membaca lewat handphone, tapi intinya membaca itu penting, point acaranya malam ini tersampaikan, mostly anak muda. Sukses acaranya keren, mudah-mudahan bisa diaksanakan lagi di Sofifi,” tutupnya

Penampilan para musisi tersebut merupakan malam puncak dari kegiatan Festival Literasi yang baru saja selesai.

Untuk diketahui, festival yang mulai digelar sejak hari Senin lalu, melibatkan berbagai komunitas literasi, ekraf dan UMKM di Maluku Utara.

Salah seorang pegiat literasi Sultan, Salman Alfaris Ade (20), menyampaikan bahwa, kegiatan ini cukup membuka mindset masyarakat Sofifi, agar lebih peduli terhadap literasi.

“Harapan saya lebih diperbanyak kegiatan semacam ini, apalagi festival budaya. Mengingat faktor kultur hari ini, budaya semakin hari semakin menghilang disebabkan perkembangan teknologi. Literasi ini penting, ” ujarnya.

“Kegiatan semacam ini jangan hanya di Sofifi saja, melainkan dilakukan juga di lokasi lain. Agar menjadi bentuk penyadaran akan liteasi,” tutup Salman.

Sementara itu, para pelaku ekraf yang ditemui di lokasi kegiatan juga memberi apresiasi atas pelaksanaan festival.

Hal itu disampaikan oleh Ronald Domole (27), salah sorang pelaku ekraf di lokasi festival. Ia menyampaikan, kegiatan Festival Literasi yang digelar sangat baik dampaknya bagi pelaku literasi dan ekraf.

“Kegiatan ini sangat bagus, terkait literasi agar lebih digencarkan lagi sih. Harapanya, kegiatan semacam ini tiap tahun harus tetap diadakan di tempat yang berbeda, dengan tetap membangun ruang kolaborasi antar komunitas. Intinya awal yang baik, tetapi kedepan harus lebih baik lagi,” tutupnya.

Reporter : Aalbanjar
Editor : Redaksi

error: Content is protected !!