Beranda blog Halaman 2

Wawali Tidore dan Sejumlah Petinggi Gekrafs Hadiri Pelantikan DPC Gekrafs Tidore

0

Tidore,- Pengurus DPC Gekrafs Kota Tidore Kepulauan resmi dilantik. Dalam agenda yang digelar bersamaan dengan gelaran Ekrafest 2022 tersebut dihadiri oleh sejumlah pengurus DPP dan DPW Gekrafs. Minggu (21/8).

Selain para petinggi Gekrafs, hadir pada pelantikan malam tadi Wakil Walikota Tidore, Muhammad Sinen, SE yang juga merupakan Ketua Dewan Pembina DPC Gekrafs Tidore. Hadir juga Wakil Ketua DPRD, Pihak sponsor dan sejumlah Pimpinan OPD Kota Tidore Kepulauan.

Usai mendengarkan sambutan Menparekraf Sandiaga Uno tentang ekonomi kreatif sebagai harapan dan masa depan Bangsa Indonesia, Wawali dalam sambutannya menyampaikan bahwa Gekrafs Tidore bisa menjadi sarana bagi para pengusaha muda dalam membantu mendongkrak perekonomian daerah.

Penyerahan SK DPC Gekrafs Tidore oleh Ketua OKK DPP Gekrafs Noval Abuzaar didampingi Sekertaris DPW Gekrafs Malut Mashur Tomagola

Selaku Ketua Dewan Pembina, Muhammad Sinen menambahkan bahwa pihaknya ingin menunjukkan keseriusan pemerintah untuk berpihak kepada para pemuda yang memiliki kreativitas. Ia berharap kehadiran Gekrafs nantinya akan membantu pemerintah dalam menggerakan ekonomiTidore.

“Dengan hadirnya saya disini sebagai pembina Gekrafs Tidore, saya ingin menunjukkan keseriusan pemerintah daerah untuk bersama-sama dengan organisasi kepemudaan yang benar-benar memiliki inovasi dan kreativitas,” tegas Wawali.

Pada kesempatan tersebut, hadir dari pihak sponsor Ekrafest 2022 Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Eko A. Irianto. DaIam sambutannya ia menyampaikan bahwa budaya juga memiliki nilai komersil yang dapat mendorong kemajuan ekonomi.

Wawali Tidore bersama Ferry Ardiansyah dan Mohtar Djumati dalam Talkshow Gekrafs Tidore usai pelantikan

Eko menjelaskan kontribusi sektor ekraf terhadap ekonomi Maluku Utara masih relatif kecil dibandingkan sektor pertambangan dan lainnya. Ia mengaku, pihaknya saat ini terus mengajak pemerintah daerah dan masyarakat untuk mulai melakukan digitalisasi. 

“Masyarakat Tidore harus membuka diri untuk budaya baru, budaya digitalisasi. Bank Indonesia mengajak pemerintah daerah dan masarakat Tidore untuk masuk kedalam dunia digital. Bank Indonesia telah menyediakan kemudahan dari sisi pembayaran, melalui digital,” tutupnya.

Dalam kegiatan pelantikan hadir mewakili Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian adalah Kabid OKK DPP Gekrafs Noval Abuzaar dan Ketua Bidang Event DPP Gekrafs Ferry Ardiansyah. Adapun pimpinan DPC Gekrafs Tidore yang baru saja dilantik adalah Ketua Nurul Asnawiah, Sekertaris Ahmad Fathanah, dan Bendahara Nurfitria.

Reporter : Aalbanjar
Editor : Redaksi

Gekrafs Tidore Gelar Syukurdofu Ekrafest 2022

0

Tidore,- DPC Gekrafs Tidore menggelar Syukurdofu Ekonomi Kreatif Festival (Ekrafest) 2022 Road to Hekrafnas 20 s/d 21 Agustus 2022 di Kawasan Kotambopo, Tidore.

Dalam gelaran Ekrafest tersebut, sejumlah UMKM turut ambil bagian, di antaranya;  Salloy, Samanta, Kedai Sultan, Mabuk Coffee, Kedai Podjok, UD Kentjana, Sinar Gemilang, Ruang Kopi, Falfood, Lainhati, Billy Dessert, Angkringan Mas Unyil, Jojobo, Our Craft, Mauza Rental Toys, Amme, Puta Dino. Selain itu ada jasa antar yang tergabung seperti Kitakong, Ba antar, dan T.Id.

Hari pertama kegiatan, DPC Gekrafs Tidore juga berkolabrasi dengan Pemuda Kelurahan Soasio mengadakan kompetisi E-Sport PUBG yang diikuti oleh 24 tim, yaitu 16 tim dari Kota Ternate dan 8 tim dari Tidore.

Booth UMKM di Syukurdofu Ekrafest 2022

Diwawancara Sentra, Ketua DPC Gekrafs Tidore, Abdul Haris Muhiddin menjelaskan, Kompetisi E-Sport termasuk ke dalam 17 sub sektor ektraf. Selain diramaikan oleh booth UMKM, Ekrafest juga dimeriahkan oleh para musisi lokal Tidore.

“Kegiatan hari ini dimulai dengan kompetisi E-Sport, PUBG mobile yang termasuk dalam 17 sub sektor ekonomi kreatif. Dan yang mendominasi peserta dari Ternate. Kemudian, ada live acustic dan modern performs dari band-band lokal Tidore,” terang Abdul Haris. Sabtu (20/8).

Ia menambahkan, pihaknya tengah menyiapakan pengukuhan pengurus DPC Gekrafs Tidore hari Minggu besok. Rencananya sejumlah artis ibukota yang akan memeriahkanacara puncak Ekrafest sekaligus menghadiri Pelantikan.

“Untuk persiapan besok, kita akan lakukan gladi dengan protokoler yang dijadwalkan pukul 13.00 (jam 1 siang), sekaligus persiapan besok malam acara puncak yang akan menampilkan Sanza Soleman,” tutupnya.

Adapun artis ibukota yang dipastikan hadir dalam acara puncak Ekrafest yakni Syakir Daulay, Ferdy Ardiyansyah, dan Kamila Putri.

Reporter : Aalbanjar
Editor : Redaksi

Berani Menang Berani Lapor

0

Oleh : Abdul Gafur Thalib

Maraknya peningkatan kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang terjadi di Maluku Utara, khususnya di kota Tidore kepulauan, membuat siapapun akan menjadi resah apalagi di kalangan para akademisi dan aktivis perempuan.

Persoalan tersebut perlu disikapi secara serius. Menjadi kewajiban siapapun untuk bersikap tegas melawan kasus kekerasan dan pelecehan seksual. Menurut saya,  perlu didiskusikan secara serius dan ilmiah untuk dapat menemukan akar persoalan dan solusi atas persoalan tersebut.

Oleh karena itu ada tiga pendekatan dalam melihat persoalan perempuan dan anak.

1. Pendekatan historis, harus melihat sejarah emansipasi perempuan. Dimana perempuan mendapatkan hak haknya dengan jalan membangun organsiasinya sendiri untuk mendorong perjuangan identitas perempuan atas akses terhadap ruang publik,  politik. Termasuk melawan kekerasan atau pelecehan terhadap tubuh mereka.

2. Pendekatan moral. Perilaku kekerasan seksual akibat dari kurangnya kesadaran yang berbasis pada pengetahuan ttg kesetaraan gender. Karena itu penting untul melakukan edukasi terhadap masyarakat. Edukasi ini sangat penting mulai dari sejak Sekolah dasar sampai dewasa sehingga harapannya moral masyarakat terbentuk dengan baik.

3. Pendekatan struktural. Pentingnya Negara hadir dalam penanganan persoalan emansipasi perempuan dan anak. Tentu emansipasi yang dimaksud adalah termasuk terhadap perilaku kekerasan seksual atau pelecehan seksual yang menyerang kaum perempuan dan anak-anak. Perlu penanganan yang serius dan tegas oleh negara terhadap korban dan pelaku.

Sehingga hal-hal yang penting dilakukan ke depan menurut saya adalah.

1. Buat buku saku untuk edukasi dalam ruang lingkup keluarga. Karang taruna bisa kerjasama dengan organisasi perempuan, dan akademisi.

2. Institusi pendidikan membuat mata kuliah/pelajaran dalam kurikulum pendidikan tentang pencegahan dan  penanganan terhadap kasus kekerasan seksual.

3. Di sekolah (guru dan OSIS) dan kampus (hmj , BEM dan dosen ) buat badan khusus yg  menangani soal kasus kekerasan seksual.

4. Karang taruna aktif bersama aparat desa/kelurahan intens sosialilasi atau edukasi soal pentingnya pencegahan dan penganan kasus kekerasan seksual-bisa pake buku saku di atas.

5. Institusi/lembaga atau perusahaan swasta perlu memenuhi hak2 perempuan di lingkungan kerja. Cuti haid, cuti hamil, cuti melahirkan, ruang Asi di tempat umum, termasuk tempat kerja, upah yg setara dan sesuai dengan kebutuhan perempuan pekerja.

Khusus untuk anak-anak yang menjadi pelaku kekerasan atau pelecehan seksual, perlu dibina secara serius oleh lembaga yg bertanggung jawab terhadap anak, perlu melibatkan LSM yang punya motivasi kuat dalam penyelesaian kasus kekerasan/pelecehan seksual, juga melibatkan psikolog  untuk melakukan treatment yg sesuai agar perilaku abnormal tersebut tidak terulang kembali, dan tentu tidak menjadi contoh bagi anak-anak  lain.

Terakhir. Kita harus berani dan tegas melawan setiap pelecehan atau kekerasan seksual walau secuil siulan atau main mata yg seksis. Berani lawan, berani lapor.

*Penulis adalah dosen di Universitas Bumi Hijrah

Pelantikan DPC Gekrafs Tidore, Ketua Komite Pastikan Kehadiran Petinggi DPP dan Artis Nasional

0

Tidore,- Jelang pelantikan pengurus DPC Gekrafs Tidore pertengahan Agustus mendatang. Sejumlah persiapan mulai dimatangkan oleh Komite Pelantikan.

Persiapan tersebut dikoordinasi langsung oleh Ketua Komite Pelantikan, Nurul Asnawiyah. Dihubungi Sentra, Nurul menyampaikan bahwa agenda pelantikan DPC Gekrafs Tidore sejauh ini tengah dipersiapkan dan telah dikoordinasikan dengan pemkot, juga dengan DPW maupun DPP Gekrafs.

Agenda tersebut nantinya akan dirangkaikan dengan kegiatan Syukurdofu Ekonomi Kreatif Festival (Ekrafest) yang melibatkan para pegiat ekonomi kreatif dan UMKM.

Brand-brand yang ambil bagian dalam Syukurdofu Ekrafest 2022

“Untuk pelantikan DPC Gekrafs Tidore nanti, yang terpenting adalah terkait struktur kepengurusan DPC Tidore yang sedang kami kerjakan administrasinya ke DPP,” ujar Nurul. Selasa (2/8)

“Pelantikan ini nantinya akan dirangkaikan dengan Syukurdofu Ekrafest 2022. Karena itu hal-hal yang paling vital harus secepatnya diselesaikan, yaitu koordinasi ke pihak pemerintah kota dan DPP Gekrafs,” tuturnya.

Dijadwalkan hadir dalam agenda pelantikan mendatang adalah para petinggi DPP Gekrafs dan sejumlah bintang tamu yang rencananya akan ikut meramaikan Syukurdofu Ekrafest 2022.

Adapun kegiatan pelantikan akan digelar pada 21 Agustus 2022,  sementara Ekrafest di gelar sehari sebelumnya. 

“Untuk tema, hingga saat ini masih kami bahas, Insya Allah nanti akan kami koordinasikan dengan Ketua DPC,” tutupnya.

Reporter : Aalbanjar
Editor : Redaksi

Bahas Konsep Pengembangan UMKM, BPC HIPMI Audiensi dengan Walikota Ternate

0

Ternate,-  BPC HIPMI Kota Ternate bertemu Walikota Ternate Tauhid Soleman. Pertemuan digelar di Kantor Walikota Ternate. Kamis, 28 Juli 2022.

Pertemuan hari ini, selain untuk silaturahmi memperkenalkan kepengurusan HIPMI Ternate, juga untuk mendorong konsep pengembangan dan pemberdayaan UMKM yang telah dirumuskan HIPMI kepada pemerintah kota. Sebagaimana yang tertuang dalam pedoman organisasi, dimana HIPMI harus menjadi mitra strategis pemerintah.

Hal itu disampaikan oleh Ketua HIPMI Ternate, Fitrah Akbar Muhammad. Ia menjelaskan bahwa terdapat sejumlah poin yang ditawarkan kepada pemkot, antara lain; 1) Pembentukan tim vokasi UMKM, 2) Pembentukan satgas investasi dan optimalilasasi PAD, dan 3) Pemanfaatan program segitiga emas Maluku Utara yang meliputi, Ternate, Tidore dan Halmahera Barat.

Suasana pertemuan Walikota Ternate dengan BPC HIPMI Kota Ternate

“Prinsipnya HIPMI harus mnjadi mitra strategis pemerintah. Maka dari itu, ini merupakan langkah proaktif HIPMI Ternate untuk mendatangi Pemerintah Kota Ternate untuk mengkonfirmasi dan bekoordinasi terkait apa-apa saja yang dapat HIPMI bantu atau sumbangsih-kan dalam pembangunan ekonomi  Ternate,” ungkap Fitrah.

Sementara itu, Walikota Ternate Tauhid Soleman menyambut baik inisiatif HIPMI Ternate, terutama mengenai konsep pengembangan UMKM yang ditawarkan kepada pemerintah.

Tauhid menyampaikan bahwa pertemuan hari ini adalah bentuk kolaborasi untuk memajukan UMKM di kota Ternate. Menurut Walikota, terdapat sejumlah langkah strategis yang ditawarkan oleh HIPMI. Langkah-langkah tersebut nantinya akan dituangkan dalam nota kesepahaman antara BPC HIPMI dan pemerintah kota Ternate.

Pemaparan rumusan konsep pengembangan UMKM oleh Ketua BPC HIPMI Kota Ternate, Fitrah Akbar Muhammad

Tauhid melanjutkan, pihaknya akan menindaklanjuti apa yang telah disepakati melalui MoU sebagaimana masukan yang telah disampaikan oleh  HIPMI. Selanjutnya akan dikolaborasi bersama OPD dan pemangku kepentingan yang selama ini membina pengembangan UMKM di Ternate.

“Langkah-langkah yang nanti dilakukan adalah menindaklanjuti apa yang telah disepakati melalui MoU sebagaimana saran dan masukan yang disampaikan HIPMI. Itu semua akan dikolaborasikan dengan OPD pemangku kepentingan yang selama ini membina secara langsung pengembangan UMKM,” jelasnya.

“Harapannya semoga dengan adanya kolaborasi antara HIPMI dan pemerintah kota Ternate, kekuatan UMKM akan lebih hidup. Karena itu yang menjadi aktor tidak hanya pemerintah kota saja, melainkan pengusaha-pengusaha muda yang ada di Ternate,” tutup Walikota.

Reporter : Aalbanjar
Editor : Redaksi

Ketua PP Tidore Timur: Muswil Pemuda Pancasila Kental Aroma Politik

0

Tidore,- Musyawarah Wilayah (Muswil) yang akan dilaksanakan Majelis Pimpinan Wilayah ( MPW ) Pemuda Pancasila Maluku Utara dinilai sarat dengan kepentingan politik.

Hal itu disayangkan oleh Sofyan Muhlis, SH. Ketua MPAC Pemuda Pancasila Tidore Timur Kota Tidore. Sofyan mengaku kecewa dengan pelaksanaan Muswil tersebut.

Menurut Sofyan, agenda muswil yang dilaksanakan pada tanggal 22-24 Mei 2022 di Hotel Sahid Ternate tidak sesuai dengan mekanisme yang ada. Seharusnya agenda penting ini fokus membicarakan tentang kepemimpinan dan eksistensi Pemuda Pancasila Malut ke depan, dan tidak terdistorsi kepentingan politik 2024.

“Pemuda Pancasila adalah organisasi masyarakat bukan parpol. Kalau Muswil hanya membahas agenda politik 2024, saya kira sudah melenceng dari rel organisasi, bagi saya politik itu seperti wabah dalam organisasi,” tegas Sofyan. Jumat (22/7).

Lebih lanjut Sofyan menilai, bukannya berbicara tentang peran pemuda dalam mendorong peningkatan kesejahteraan rakyat, Muswil kali ini justru kental aroma politik praktis, khususnya menuju Pilkada 2024. Sofyan juga menyayangkan pernyataan Jubir PP Malut Rafiq Kailul di sejumlah media yang ia nilai terlalu politis.

“Pemuda Pancasila adalah ormas, kita harusnya fokus mendorong peran penting organisasi untuk masyarakat ke depan, bukan berbicara politik 2024 untuk mendukung atau mendorang calon A atau B dalam kontestasi pilgub atau pilkada seperti yang di sampikan oleh jubir PP Malut,” tutup Sofyan.

Reporter : Aalbanjar
Editor : Redaksi

Menuju Penetapan Hekrafnas, DPC Gekrafs Tidore Persiapkan Syukurdofu Ekonomi Kreatif Festival

0

Ternate,- DPC Gekrafs Tidore menggelar pertemuan dengan para pelaku ekonomi kreatif guna persiapan Syukurdofu Ekonomi Kreatif Festival (Ekrafest) sambut Penetapan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas).

Pertemuan berlangsung di kafe Ruang Coffe , Santiong, Ternate. Ketua DPC Gekrafs Tidore, Abdul Haris Muhidin kepada Sentra menyampaikan, kegiatan malam ini adalah bagian dari persiapan Syukurdofu Ekrafest Road To Hekrafnas.

“Kegiatan malam ini, merupakan koordinasi dan kolaborasi dalam rangka Syukurdofu Ekrafest Road To Herkrafnas dengan menggandeng para pelaku ekraf di Maluku Utara,” terangnya. Selasa (19/7).

Suasana Rapat persiapan Syukurdofu Ekrafest Road To Hekrafnas

Ia menambahkan, Hekrafnas sendiri merupakan usulan Kemenparekraf yang akan ditetapkan pada bulan Oktober mendatang oleh Presiden Republik Indonesia.

Selain itu, pertemuan tersebut juga dalam rangka ikut mengampanyekan Hekrafnas. Adapun pada gelaran Ekrafest nanti telah disiapkan 23 boot UMKM dengan pengisi acara berasal dari talent lokal dan nasional.

“Tujuannya malam ini adalah sebagai bentuk kampanye Hekrafnas, torang akan siapkan 23 boot untuk UMKM para pelaku ekraf, juga ada pengisi acara dari talent lokal dan nasional,” jelasnya

Kegiatan Syukurdofu Ekrafest yang akan dilaksanakan pada 21-22 Agustus mendatang juga mangadakan kompetisi E-Sport PUBG competition, yang merupakan salah satu di antara 17 subsektor ekraf.

“Pasca masa sulit seperti ini, kami berharap terwujudnya ekosistem ekonomi kreatif dengan langkah-langkah literasi ekraf dan membuka ruang kolaborasi bagi pelaku ekonomi kreatif. Sasarannya adalah dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sehingga berdampak pada UMKM di Tidore khususnya. Mengingat pertumbuhan ekonomi 5% dalam 10 tahun terakhir dari pelaku ekonomi kreatif,” tutup Abdul Haris.

Selain para pelaku ekraf, hadir dalam pertemuan malam tadi Sekertaris Umum Gekrafs Maluku Utara Mashur Tomagola dan Anggota DPRD Kota Tidore Riri Dano Taher.

Reporter : Aalbanjar
Editor : Redaksi

Sebuah Kritik Tentang Hilirisasi Nikel

0

oleh : Masgul Abdullah*

Benarkan Hilirisasi itu menguntungkan kita? Jangka pendek mungkin iya, tapi jangka panjang mungkin tidak, itu menurut saya. Betul Negara membutuhkan pemasukan dana untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur dan kesenjangan pembangunan di tanah air. Tapi apakah dengan melakukan eksploitasi besar-besaran Sumber Daya Alam (SDA) kita akan menjawab semua itu?

Alih-alih hilirisasi mineral tambang nikel untuk mengejar nilai nambah yang lebih besar, tenaga kerja yg lebih banyak. Tapi mengabaikan daya rusaknya yang juga sangat besar, dan dampak lainnya pada jangka panjang adalah sebuah tindakan ketidak adilan pada masyarakat, terutama kepada mereka yg mendapatkan dampak secara langsung.

Kita perlu menghitung untung ruginya, pada masa yang akan datang. Memang sekarang kita menikmati masa keemasan di mana SDA kita dieksploitasi secara masif. Lapangan kerja terbuka lebar, meskipun SDM kita lebih banyak bekerja di level non-skill. Dampak langsung geliatnya ekonomi baru di sekitar daerah operasi perusahan dapat dirasakan.

Negara dan daerah mendapatkan tambahan pajak untuk menopang APBN dan APBD, tapi itu mungkin itu berlaku paling lama 50 tahun ke depan. Lantas apa yg terjadi setelah itu? Sudahkan kita menghitung kerugian secara tidak langsung yang kita alami? Kita menghitung nilai tambah dari kegiatan hilirisasi mineral nikel kita, apakah kita menghitung kerugian akan muncul pada masa yang akan datang.

Kita jelas tidak punya teknologi, sehingga hilirisasi itu menggunakan teknologi impor yang di datangkan investor, limbah teknologinya mengalir di atas tanah kita, limbah-limbah ini tentunya menjadi masalah dimasa yg akan datang.

Jelas kita menanggung kerugian dampak lingkungan, polusi debu dan lumpur selama perusahan beroperasi dan pasca beroperasi bisa terjadi selama ratusan tahun. Limbah-limbah pabrik itu berpotensi mencemari laut kita, sungai kita yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat. Jika limbah itu mencemari laut kita, dan habitat disana mati atau terkontaminasi oleh limbah dan dikonsumsi oleh masyarakat maka begitu besar resiko kesehatan yang akan mereka tanggung. Fenomena ini bisa kita lihat di Kawasi Pulau Obi dan Lelilef dan sekitarnya di Halmahera Tengah.

BUMN kita semakin kecil perannya dalam keterlibatan mengelola SDA kita, lihat saja Antam, BUMN tambang ini IUP nya sebentar lagi akan digarap oleh LG dan CBL di Halmahera Timur. Luas KP/IUP yg dikuasai BUMN, Swasta dan Asing lebih besar mana. Kita pasti bisa bandingkan.

Hilirisasi yang kita canangkan ini tidak seperti slogan Pegadaian “menyelesaikan masalah tanpa masalah” tapi menyelesaikan masalah dengan masalah baru. Orang bawa teknologi ke negara kita agar supaya limbahnya dipindahkan ke negara kita, malah kita yang bangga. Ibaratnya orang mau buat minyak kelapa, batok, serabut dan ampasnya ditinggal ditempat kita, minyaknya dibawa pergi, begitu loh.

Negara tidak bisa berpikir seperti pengusaha, harus untung gede. Negara hadir untuk menjamin kehidupan masyarakatnya. Kenapa Nikel-nikel itu tidak tetap kita jual mentah saja seperti yang kita lakukan selama ini. Untuk menghindari, dampak dari limbah-limbah pabrik pengolahan nikel yang dahsyat itu. Kita tinggal menciptakan sistem yang membuat negara luar ketergantungan dengan nikel kita, sehingga mereka mau membeli dengan harga mahal.
Dulu Nikel menjadi bahan utama untuk besi dan Baja anti karat, sekarang menjadi bahan utama baterei mobil listrik. Orang-orang di Eropa dan Amerika akan menikmati Mobil Listrik ramah lingkungan, kita malah semangat merusak lingkungan.

Kita menanggung dampak lingkungan 50 tahun selama perusahaan tambang beroperasi dan 100 tahun pasca operasi. Sungguh miris, lebih untung atau malah buntung? Nasib generasi ke depan tergantung apa tindakan kita hari ini. Siapa yg bertanggungjawab? Ayo pikir.

*Penulis adalah Direktur Lembaga Studi dan Pengembangan Masyarakat Tambang (LESPERMATA) Maluku Utara.

Bintang Selatan Juara, Tuguwaji Event 2022 Resmi Ditutup Wakil Walikota Tidore

0

Tidore,- Turnamen Sepakbola Tuguwaji Event III 2022 resmi berakhir. Sebelumnya di laga pamungkas, bertemu dua tim terbaik yang melaju ke final yaitu Bintang Selatan FC dari Kelurahan Tongowai Tidore dan Maldini Junior FC dari Kayu Merah, Ternate. Kamis 30 Juni 2022.

Keluar sebagai juara pada turnamen kali ini adalah tim Bintang Selatan. Tim asuhan Wakil Walikota Tidore tersebut berhasil menumbangkan perlawanan Maldini Junior dengan skor 1:0, gol semata wayang Bintang Selatan FC dicetak oleh pemain nomor punggung 20, Ilham Maradjabessy.

Tim Bintang Selatan sendiri berhasil memenangkan hadiah utama berupa Tropi Tuguwaji Event 2022 dan Bonus sebesar 40 juta rupiah. Sementara finalis lainnya Maldini Junior berhak atas bonus sebesar 25 juta rupiah.

Hadir dalam laga terakhir sore tadi Wakil Walikota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen dan sejumlah jajaran Forkompimda. Kehadiran Wawali sekaligus menutup secara resmi Turnamen Tuguwaji Event 2022.

Dalam sambutannya, Wawali Tikep menyampaikan penghargaan kepada panitia dan aparat keamanan juga seluruh masyarakat Tuguwaji atas kerja kerasnya dalam menyukseskan turnamen tersebut.

Ia juga menghimbau kepada para pendukung masing-masing tim untuk sama-sama menjaga agar turnamen ini diakhiri dengan aman dan tertib.

“Saya menghimbau kepada seluruh penonton, dan pendukung setia setiap tim, agar menjaga keamanan turnamen agar berjalan dengan aman dan tertib. Serta menghentikan adu argumen dan segala permasalahan pertandingan diselesaikan dengan bijaksana,” tuturnya.

Dijumpai awak media usai acara penutupan, Muhammad Sinen juga menjanjikan, pengelolaan Stadion Marimoi akan diserahkan kepada penyelenggara Tuguwaji Event yaitu Ikatan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Tuguwaji (IPPMT).

“Sebagai Wakil Walikota kami tentu merespon positif agar lapangan ini dikelola oleh masyarakat Tuguwaji. Tinggal tindak lanjutnya dengan Dinas Pemuda dan Olahraga,” pungkas Wawali.

Reporter : Aalbanjar
Editor : Redaksi

Diskusi Forum Jojaru Tidore; Tidore Darurat Kekerasan Seksual

0

Tidore,- Forum Jojaru (Fojaru) Tidore menggelar diskusi dengan tema “Tidore Kepulauan Darurat Kekerasan Seksual. Sabtu 25 Juni 2022.

Diskusi yang merupakan agenda rutin Fojaru Tidore tersebut mengambil tempat di Kawasan Kuliner Pantai Tugulufa Tidore. Adapun yang didapuk sebagai narasumber adalah Astrid Hasan, Pemerhati Perempuan yang juga aktivis Fospar Malut.

Dalam diskusi Sabtu sore, Astrid menyampaikan, banyak kasus kekerasan seksual di Tidore yang di SP3. Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya mencatat, sudah 15 kasus kekerasan seksual sejak Januari hingga Mei 2022.

Para pengurus Fojaru Tidore

Astrid menyampaikan, dari sisi hukum, kendala utama dalam menindak pelaku kekerasan seksual adalah pada proses pembuktian. Mindset masyarakat yang menganggap masalah kekerasan seksual sebagai hal yang tabu untuk dibahas, dirasakan sangat membebani mental korban. Beban mental tersebut yang menyebabkan korban tidak berani melapor dan memilih diam ketika mengalami kekerasan secara seksual.

Sementara itu, Nuryani Abdullah, Ketua Fojaru Tidore yang bertindak sebagai moderator diskusi menyampaikan, diskusi perdana Fojaru Tidore ini diharapkan dapat memberi edukasi mengenai ancaman kekerasan seksual.

Pihaknya kedepan akan terus melakukan literasi dan edukasi sebagai upaya mengendalikan kekerasan seksual di tengah masyarakat. Kerjasama berbagai pihak baik pemerintah, elemen civil society dan aparat penegak hukum adalah solusi terbaik untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan seksual.

“Ini adalah diskusi perdana, kedepan kami dari Fojaru Tidore akan terus melakukan literasi dan edukasi agar masyarakat, terutama perempuan yang paling sering menjadi korban, dapat mengerti tentang ancaman kekerasan seksual di sekitarnya,” pungkas Nuryani.

Hadir dalam diskusi sabtu sore sejumlah aktivis dan pemerhati masalah perempuan, di antaranya; perwakilan dari Fospar Malut dan Forhati juga perwakilan sejumlah media di Tidore.

Reporter : Aalbanjar
Editor : Redaksi

error: Content is protected !!