PLTU Tidore Berapa Lama Lagi Mau Bertahan dengan Batubara?

Oleh : Abdul Gafur Thalib*

Situasi permintaan batubara di pasar dunia.

Bahwa batubara merupakan sumber energi yang paling banyak menimbulkan polusi akibat tingginya kandungan karbon. Hal tersebut mendorong negara-negara maju mencari sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. Amerika Serikat merupakan negara yang berhasil menemukan Shale gas sebagai sumber energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan batubara. Di Indonesia, Shale gas banyak  terkandung di perut bumi pulau Jawa, Kalimantan dan Papua dengan jumlah cadangan Shale gas berkisar 400-450 TC.

Dengan ditemukannya Shale gas maka permintaan pasar dunia terhadap batubara akan menurun sehingga hal tersebut berpengaruh terhadap aktivitas produksi  tambang batubara yang beroperasi di Kalimantan. Diperkirakan butuh waktu kurang lebih 112 tahun lagi hingga cadangan batu bara dunia akan habis.

Namun, saat ini AS, China (yang sedang mengembangkan energi dari tenaga matahari dan air) dan Australia sedang beralih ke pemakaian energi Shale gas. Sekali lagi, hal tersebut berpengaruh terhadap menurunnya permintaan batubara di pasar dunia yang itu berarti akan berpengaruh pada menurunnya harga batubara.

Permintaan batubara menjadi berkurang karena ditemukannya Shale gas, bahkan pemakaian batubara akan ditinggalkan lantaran  kurang ramah lingkungan juga kerena produksi Shale gas yang lebih murah. Diperkirakan butuh waktu 83 tahun kemudian cadangan batubara di Indonesia akan habis ditambang dan saat ini dunia sedang sibuk beralih pada Shale gas.

Lagi-lagi batubara kalah bersaing sebelum habis ditambang. Situasi tersebut berpengaruh pada proses produksi perusahaan tambang batubara yang ada di Kalimantan. Terakhir, kurang lebih 125 perusahaan batubara di Indonesia bangkrut dan sekitar 5000 buruh telah di-PHK.

Apakah ada hubungannya dengan PLTU  Tidore?

BACA JUGA   Polresta Tidore Ringkus 2 Tersangka Pengedar Obat Terlarang di Tidore, 1000 Butir Neomethor Berhasil Diamankan!

Gabes, salah satu kota di negeri Magribi, diceritakan dalam Muqadimmah halaman 402  mengalami pembusukan udara. Hal ini menyebabkan penduduk di sekitar Gabes mengalami sakit-sakitan (demam). Ibnu Qaldun pun memberikan satu syarat penting tentang kota yang layak dihuni yakni, udara yg bersih. Bagaimana dgn kotamu? Bagaimana dengan Kota Tidore Kepulauan?

Ketika permintaan terhadap batubara berkurang atau berhenti maka akan berdampak pada produksi batubara dalam negeri. Jika produksi batubara dalam negeri berhenti maka pasokan batubara terhadap permintaan PLTU Tidore juga akan berhenti. Jika PLTU berhenti beroperasi maka siap-siap PLTU Tidore harus beralih ke energi lain dan sudah harus pilihannya jatuh pada energi yang ekologis dan ekonomis.

PLTU Tidore juga dan akan menyusahkan rakyat di pulau Tidore hal tersebut sudah terlihat dari dampak langsung PLTU berupa debu batubara terhadap warga di Rum dan sekitarnya. Selain itu tak jauh dari PLTU tersebut terdapat tempat wisata benteng peninggalan Spanyol dan prasasti pendaratan Spanyol. Besok lusa tentu bukan hanya debu tapi limbah PLTU juga akan merusak kualitas air laut di sekitar pantai pulau Tidore, pulau Maitara dan pulau Ternate?

Tambah sulit nelayan kita mencari ikan, tidak lagi bahagia berenang di laut. Jadi PLTU Tidore hanyalah kenikmatan sesat yang dibangun hanya utk melindungi pemilik-pemilik perusahaan tambang agar tidak langsung colaps menghadapi pasar dunia saat ini yang bergeser ke energi yang terbarukan.

*Penulis adalah Dosen Universitas Bumi Hijrah